Blogging

Segala tulisan tentang hal-hal tentang blogging, event blogging, tips blogging, kopdar blogging dan lainnya

Download

postingan yang di dalamnya terdapat link-link download aplikasi-aplikasi baik itu game, aplikasi ponsel atau yang lainnya

Obras

Tulisan-tulisan dari penulis yang isinya merupakan pengalaman pribadi penulis, seputar obrolan santai dari pola pola pikir penulis yang dituangkan ke dalam blog ini

Tutorial

Penulis mencoba berbagi tentang segala sesuatu mengenai tips-tips apa saja yang diketahui penulis kepada pembaca

Open Source

Tulisan-tulisan tentang dunia open source, baik berupa tutorial sederhana atau pengalaman-pengalaman selama menggunakan open source oleh penulis

Home » Obras

Cinta Sejatiku

Submitted by on August 7, 2010 – 11:12 pm16 Comments

PhotobucketKetika seorang insan sedang menjalin kasih dengan orang lain, ketika dia mempercayai bahwa kekasihnya adalah orang yang paling mengasihi dia, tapi ketika hubungannya retak, hanya satu yang dia ingat adalah kekasihnya yang telah menyakitinya. Terpuruk dengan keadaan, mengurung diri sendiri, menjauh dari orang lain, menghindar dari keluarga, hingga beberapa orang melakukan sesuatu yang nekad, dan mengganggap itu adalah cobaan dari Allah yang paling berat.

Lalu terucap sebuah kata-kata,

“Mungkin Ibu yang akan membencimu bila kau yang menyayat hatinya, mungkin Ibu yang akan malu bila kaulah menyakiti hatinya siapapun dia, karena ibu tidak membesarkanmu untuk menyakiti hati orang”.

Ketika sebuah kata-kata itu terlontar dari seorang ibu kepada seorang anak yang merasa telah kehilangan sesuatu paling berharga, sesuatu yang paling dekat, sesuatu yang paling Ia percaya. Betapa seorang anak itu tidak menyadari bahwa cinta kasih sesungguhnya berawal dari Ia mulai dilahirkan ke dunia, Ia mulai melihat dunia, Ia mulai belajar berjalan hingga Ia dewasa, adalah sebuah cinta dari seorang ibu yang telah rela merasakan sakit untuk melahirkan buah hatinya ke dunia. Pantaskah seorang anak itu memberikan cinta kasihnya kepada orang lain lebih besar dari ibunya sendiri.

Miris rasanya bila melihat seorang anak seperti itu, atau bahkan kita yang seperti itu. Teringat akan sebuah lagu dari Iwan Fals bertajuk  “Ibu”

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Saat kita tanpa sadar menunjukan kesedihan kita, seorang ibu hanya terus berharap anaknya bisa melupakan kesedihannya, berdoa kepada Allah SWT  untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya, bahkan seorang ibu tidak ingin anaknya melihat dia bersedih. Seperti kata bang Iwan, “seperti udara” cintanya selalu kita rasakan.

Mungkin ini hanya sebuah tulisan singkat tanpa makna dari seorang anak yang hampir melupakan kasih sayang yang dia rasakan dari seorang ibu.

Cintailah ibumu karena surga ada di telapak kaki ibu, dan cinta kepada ibumu adalah salah satu jalan menuju surgaNya.

Gambar ilustrasi di atas diambil dari sini

Incoming search terms:

  • cinta sejatiku
  • cobaan dari Allah
  • gambar cinta kasih seorang ibu

Facebook comments:

16 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

CommentLuv badge