Cinta Sejatiku
Ketika seorang insan sedang menjalin kasih dengan orang lain, ketika dia mempercayai bahwa kekasihnya adalah orang yang paling mengasihi dia, tapi ketika hubungannya retak, hanya satu yang dia ingat adalah kekasihnya yang telah menyakitinya. Terpuruk dengan keadaan, mengurung diri sendiri, menjauh dari orang lain, menghindar dari keluarga, hingga beberapa orang melakukan sesuatu yang nekad, dan mengganggap itu adalah cobaan dari Allah yang paling berat.
Lalu terucap sebuah kata-kata,
“Mungkin Ibu yang akan membencimu bila kau yang menyayat hatinya, mungkin Ibu yang akan malu bila kaulah menyakiti hatinya siapapun dia, karena ibu tidak membesarkanmu untuk menyakiti hati orang”.
Ketika sebuah kata-kata itu terlontar dari seorang ibu kepada seorang anak yang merasa telah kehilangan sesuatu paling berharga, sesuatu yang paling dekat, sesuatu yang paling Ia percaya. Betapa seorang anak itu tidak menyadari bahwa cinta kasih sesungguhnya berawal dari Ia mulai dilahirkan ke dunia, Ia mulai melihat dunia, Ia mulai belajar berjalan hingga Ia dewasa, adalah sebuah cinta dari seorang ibu yang telah rela merasakan sakit untuk melahirkan buah hatinya ke dunia. Pantaskah seorang anak itu memberikan cinta kasihnya kepada orang lain lebih besar dari ibunya sendiri.
Miris rasanya bila melihat seorang anak seperti itu, atau bahkan kita yang seperti itu. Teringat akan sebuah lagu dari Iwan Fals bertajuk “Ibu”
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Saat kita tanpa sadar menunjukan kesedihan kita, seorang ibu hanya terus berharap anaknya bisa melupakan kesedihannya, berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya, bahkan seorang ibu tidak ingin anaknya melihat dia bersedih. Seperti kata bang Iwan, “seperti udara” cintanya selalu kita rasakan.
Mungkin ini hanya sebuah tulisan singkat tanpa makna dari seorang anak yang hampir melupakan kasih sayang yang dia rasakan dari seorang ibu.
Cintailah ibumu karena surga ada di telapak kaki ibu, dan cinta kepada ibumu adalah salah satu jalan menuju surgaNya.
Gambar ilustrasi di atas diambil dari sini
Incoming search terms:
- cinta sejatiku
- cobaan dari Allah
- gambar cinta kasih seorang ibu







Kerna bagaimanapun Kasih Ibu itu sepanjang Zaman. Justru cinta yg tulus dan Ikhlas itu datang dari seorang wanita yang sering kita sebut dg sebutan IBU, BUNDA, MAMA, MAMAK, MAMI dll
[Reply]
enggink Reply:
August 8th, 2010 at 8:15 am
betul sekali mas :wink:
[Reply]
weh gagal pertamax. ga apa2 wes ygg penting pejwan gan. mami bulan depan aku datang.
.-= laros´s last blog ..NGE BLOG LAGI =-.
[Reply]
enggink Reply:
August 8th, 2010 at 8:16 am
tenang gan, masih banyak kesempatan pertamax buat agan
[Reply]
Dosa yg paling besar bagiku adalah ketika aku membuat ibuku menangis :(
.-= Rian´s last blog ..Tak Lama Lagi Insyallah =-.
[Reply]
enggink Reply:
August 8th, 2010 at 11:39 pm
dan tugas kita sekarang adalah membuat ibu kita bahagia :)
[Reply]
info solo Reply:
August 10th, 2010 at 1:02 am
sangat setuju dengan komntar mas rian :-D
[Reply]
untung sekarang udah deket ama emak, kalo enggak, bisa mewek baca begini
.-= ulan´s last blog ..naif =-.
[Reply]
enggink Reply:
August 9th, 2010 at 4:12 am
klo gtu ni saya yang mewek nulis ginian
[Reply]
hmmm sedih banget pas saya baca tulisanya :emotion:
[Reply]
enggink Reply:
August 9th, 2010 at 7:19 am
thanks buat kunjungannya mas,
[Reply]
sayangnya, seringnya kita lupa untuk mencintai ibu kita sebagaimana dia mencintai kita
.-= senny´s last blog ..Day 6- Insya Allah =-.
[Reply]
enggink Reply:
August 10th, 2010 at 1:14 am
semoga kita tak lagi lupa :)
[Reply]
Two tumbs up buat bung enggink
daiichi´s last [type] ..Persiapan Punya Momongan
[Reply]
enggink Reply:
August 14th, 2010 at 8:47 am
thanks jempolnya bung adam
[Reply]
salam kenal….. :)
Abi M´s last [type] ..The Business of Being Born in Calabria
[Reply]