Blogging

Segala tulisan tentang hal-hal tentang blogging, event blogging, tips blogging, kopdar blogging dan lainnya

Download

postingan yang di dalamnya terdapat link-link download aplikasi-aplikasi baik itu game, aplikasi ponsel atau yang lainnya

Obras

Tulisan-tulisan dari penulis yang isinya merupakan pengalaman pribadi penulis, seputar obrolan santai dari pola pola pikir penulis yang dituangkan ke dalam blog ini

Tutorial

Penulis mencoba berbagi tentang segala sesuatu mengenai tips-tips apa saja yang diketahui penulis kepada pembaca

Open Source

Tulisan-tulisan tentang dunia open source, baik berupa tutorial sederhana atau pengalaman-pengalaman selama menggunakan open source oleh penulis

Home » Featured, Headline, Obras

Kecokot Pancing

Submitted by on November 25, 2011 – 3:37 am8 Comments

Bukan saya kalo ngga hobi mancing, walau selama berkecimpung di dunia permancingan belum pernah dapet ikan seperti di acara tipi ;;) , ya bukan berarti ngga pro, cuma kalah modal emank belum nasibnya kali ya, biasanya sih tempat mancing yg saya datangin bukan pemancingan umum, walau di kota saya juga banyak pemancingan umum tapi kan ngga gratis. Didukung lokasi kota saya tinggal didaerah tepi laut jadi banyak pilihan buat spot mancing. Tapi yang paling sering saya datangin tempatnya didaerah hutan mangrove di daerah sungai air asin. Mancing di daerah seperti itu memang butuh kehati-hatian, karena selain becek dan licin juga banyak terdapat ular, buaya, naga dan siluman, halaahh….. :sjd:

Sedikit cerita, sebenarnya sudah pernah saya posting sih di blog ini dan udah lama banget sekitar tahun 2008 cuma kebetulan databasenya ilang jadi ya ilang semua postnya :meneketehe:
Dulu pernah bareng teman pas liburan mancing di pinggir tambak yang sudah ga terpakai, umpan yang di pakai umpan punpun atau sejenis cacing laut, kebetulan teman saya ini baru sekali mancing jadi kudu jauh-jauh kalo mancing sama dia, nah pas kebetulan tiba-tiba hujan deras, jadi kami berteduh di gubuk bamboo di pinggir tambak.
Iseng-iseng tu teman saya melemparkan pancing ke arah tambak yang sudah ngga terpakai, dan kebetulan airnya sangat dangkal mungkin ngga sampai ½ meter. Kebetulan di tambak itu banyak ikan yang besar-besar, sebesar jari kelingking anak bayi kucing, nah mata kail yg dipakai besarnya sejempol emaknya kucing. Jadi ya ga bakal terkail tuh ikan :^V
Tapi ya namanya baru mancing jelas saja teman saya tersentak kaget saat jorannya terasa bergerak-gerak dan langsung saja disentak dan kebetulan saya tepat di sampingnya, dan apa yang terjadi sodara-sodara? Karena air dangkal mata kail dan bandul pemberatnya spontan keluar dari air, dan saya sih Cuma melihat sekelebat bayangan hitam kea rah wajahku. Ternyata bayangan hitam itu adalah mata kail dan bandul pemberat yg keluar dari air tadi, saya lalu bilang “untung nda kena kpalaku”  :^V  lalu bandul pemberat tadi saya libaskan dari pundak, ehhhhhhh saat bandulnya terjatuh hidung saya malah ikut ketarik. Tanpa sadar ternyata mata kail tadi sudah menancap di hidung saya masih dengan umpannya.
Gambar di bawah menunjukkan mata kail yang masih tertancap di hidung saya, sengaja saya beri spoiler kali aja ada yg ga tega ngeliatnya jadi ga perlu di buka

Saat tau pancingnya menancap di hidung saya, spontan teman saya kaget dan merasa ketakutan, tapi saya sendiri ngga merasakan sakit apa-apa waktu itu kcuali saat mata kail itu ikut ditarik.
Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi kecil-kecilan untuk mengeluarkan mata kail itu, tapi namanya mata kail pasti memiliki sisi kecil pengait yang berlawanan jadi saat ditarik hidung saya juga ikut ketarik. Bingung apa yang harus dilakukan jadi saya bilang ke dia kalau mata kail di tembus saja ke sisi hidung lainnya. Yah memang itu satu-satunya cara, jadi mata kail bukan lagi di tarik, tapi di dorong sekuatnya supaya bisa tembus ke kulit hidung sebelahnya. Alat yang digunakan saat itu tang buaya tapi karena teman saya tangannya gemetaran  :rr:  malah ngga berhasil. Akhirnya saya sendiri yang mendorong mata kail itu sekuat tenaga.
Saat didorong sebenarnya hidung saya tidak merasa sakit, tapi rasa sakit itu malah di kepala bagian belakang. Rasanya seperti mumet-mumet gimana gitu.
Dan akhirnya mata kail berhasil menembus kulit hidung lainnya, lalu dengan tang tadi sisi mata kail yg berlawanan langsung dipatahkan dan Alhamdulillah mata kail bisa ditarik dan dikeluarkan. jadi hidung saya ada 2 lubang luka, lubang masuk sama lubang kluar

Ini hasil lukanya,,

Ini mata kail serta tang yang dipakai untuk operasi kecil-kecilan tadi,

Setelah hujan reda kami pun langsung melanjutkan mancing kami sambil tertawa-tawa kalau mengingat kejadian tadi, kok bisa ya sampai begitu

Dari pengalaman di atas bisa dipetik hikmahnya,

Kalau pergi mancing dengan orang yang baru belajar mancing, jagalah jarak dengan dia minimal 10 meter :))

Incoming search terms:

  • cacing punpun
  • umpan di tambak
  • umpan mancing di mangrove
  • tips memancing di mangrove
  • tutorial mancing yg pas
  • umpan mancing di hutan bakau
  • umpan mancing pake makanan kucing
  • umpan mancing segala ikan di sungai atau tambak
  • umpan pancing disungai
  • umpan untuk mancing di tambak

Facebook comments:

8 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

CommentLuv badge